Tanaman
Nama umum maupun nama ilmiah tanaman herbal.
Artikel ilmiah mengenai tanaman herbal umumnya memuat nama tanaman, penyakit, senyawa aktif, metode penelitian, terapi, serta efek yang dihasilkan. Informasi tersebut ditulis sebagai paragraf sehingga pembaca perlu menemukan dan mengidentifikasinya secara manual.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Named Entity Recognition (NER) untuk membantu mengenali kata atau frasa penting, kemudian mengelompokkannya berdasarkan kategori entitas yang telah ditentukan. Hasilnya membuat isi abstrak lebih mudah ditelusuri tanpa menghilangkan teks aslinya.
Named Entity Recognition (NER) merupakan salah satu tugas dalam Natural Language Processing yang digunakan untuk menemukan dan mengelompokkan kata atau frasa tertentu di dalam teks ke dalam kategori yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini, NER digunakan untuk mengenali informasi penting pada abstrak artikel ilmiah tanaman herbal, seperti nama tanaman, penyakit, bagian tubuh, senyawa, efek, terapi, metode, dan populasi.
Tanaman obat keluarga adalah jenis tumbuhan budidaya rumahan yang dapat dijadikan sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Tumbuhan yang tergolong sebagai tanaman obat keluarga sangat banyak jenisnya dan masing-masing memiliki manfaatnya tersendiri.
Sistem dibangun untuk menerima abstrak artikel ilmiah tanaman herbal dan mengenali entitas tertentu secara otomatis. Pengguna dapat melihat kata atau frasa yang dianggap penting beserta kategorinya melalui teks berwarna dan tabel hasil klasifikasi.
Penelitian ini tidak bertujuan menentukan kebenaran medis, memberikan diagnosis, atau menggantikan analisis tenaga kesehatan. Hasil yang ditampilkan merupakan klasifikasi berdasarkan pola yang dipelajari model dari dataset penelitian.
Dataset disusun dari abstrak artikel ilmiah berbahasa Indonesia yang membahas beberapa jenis tanaman herbal. Artikel dikumpulkan dari sumber ilmiah dan dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan kebutuhan penelitian.
Setiap teks dipecah menjadi token dan diberi label secara manual menggunakan skema BIO Tagging. Pelabelan mengikuti pedoman penyusunan dataset NER tanaman herbal agar setiap kata atau frasa mempunyai kategori yang jelas sebelum digunakan untuk melatih model.
Token yang berada pada bagian awal suatu entitas.
Token yang menjadi bagian lanjutan dari entitas.
Token yang tidak termasuk dalam entitas yang ditentukan.
Kategori dipilih berdasarkan jenis informasi yang sering ditemukan dalam artikel ilmiah tanaman herbal.
Nama umum maupun nama ilmiah tanaman herbal.
Penyakit atau gangguan kesehatan yang dibahas.
Organ atau bagian tubuh yang berkaitan dengan penelitian.
Zat aktif, kandungan kimia, atau senyawa pada tanaman.
Aktivitas atau pengaruh yang dihasilkan tanaman maupun senyawa.
Bentuk pengobatan atau tindakan terapeutik.
Metode, proses, atau pengujian yang digunakan dalam penelitian.
Subjek, sampel, atau kelompok yang menjadi objek penelitian.
Bidirectional Long Short-Term Memory mempelajari hubungan antar-token dengan mempertimbangkan konteks sebelum dan sesudah suatu kata. Pendekatan ini sesuai untuk data berbentuk urutan seperti kalimat dalam abstrak.
Naive Bayes digunakan untuk melihat perbedaan hasil antara pendekatan pembelajaran mesin konvensional dan model jaringan saraf yang mempelajari urutan token.
Kedua model dilatih menggunakan dataset yang sama dan dievaluasi untuk mengetahui kemampuan masing-masing dalam mengenali entitas tanaman herbal.
Proses berlangsung dalam tiga tahap yang tetap memberi pengguna kesempatan untuk memilih model dan meninjau hasilnya.
Pengguna mengisi judul, nama penulis, tahun terbit, dan abstrak artikel.
Teks ditokenisasi, lalu setiap token diprediksi menggunakan model yang dipilih.
Entitas ditandai dengan warna dan dirangkum dalam tabel berdasarkan kategorinya.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan Named Entity Recognition pada teks ilmiah berbahasa Indonesia, khususnya dalam bidang tanaman herbal. Dataset dan sistem yang dikembangkan juga dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan mengenai ekstraksi informasi, pengolahan bahasa alami, dan pengelolaan informasi ilmiah di bidang kesehatan serta tanaman obat.